Badung – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada calon guru. Pada Sabtu, 11 Januari 2025, ratusan mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang II mengikuti kegiatan edukasi konservasi penyu di Pulau Penyu, Tanjung Benoa, Kabupaten Badung.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendidikan lingkungan hidup yang dirancang sebagai pembelajaran luar kelas, memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa mengenai upaya pelestarian satwa laut, khususnya penyu yang masuk dalam kategori hewan dilindungi.
Di tengah pemandangan pasir putih Pulau Penyu, para peserta diajak mengenal lebih dekat proses konservasi, mulai dari penangkaran, pengelolaan penetasan telur, hingga pelepasan tukik ke habitat alami. Mereka juga memperoleh pemahaman tentang konsep ekowisata yang menyinergikan pelestarian alam dengan potensi ekonomi masyarakat lokal.
Koordinator PPG Undiksha, Drs. I Gede Nurjaya, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini tak hanya bertujuan memperluas wawasan mahasiswa, tetapi juga menanamkan semangat pembelajaran berbasis lingkungan yang relevan diterapkan di sekolah nanti. “Kami ingin para calon guru memiliki perspektif yang luas tentang isu-isu lingkungan dan mampu menerjemahkannya dalam praktik pembelajaran,” jelasnya.
Antusiasme mahasiswa pun terasa kuat. Salah satunya disampaikan oleh Ni Luh Putu Divya Jyoti Mahardika yang mengaku sangat terinspirasi. “Kegiatan ini benar-benar membuka wawasan saya. Konsep konservasi ternyata sangat potensial dijadikan sebagai bahan ajar yang menyenangkan dan mendidik bagi siswa,” ujarnya.
Tak hanya di Pulau Penyu, mahasiswa juga diajak mengunjungi The Bloom Garden di Desa Candikuning, Tabanan. Di tempat ini, mereka mengenal berbagai jenis bunga yang menjadi bagian dari atraksi wisata alam, sekaligus belajar bagaimana keanekaragaman hayati dapat dikemas sebagai media edukatif.
Melalui kegiatan ini, Undiksha menegaskan bahwa calon guru tidak hanya harus andal dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan, sebagai bekal menjadi pendidik yang holistik di masa depan.





