Suasana Auditorium Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) tampak penuh semangat dan harapan saat ratusan mahasiswa mengikuti orientasi akademik Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 Gelombang I. Bagi para peserta, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda akademik, tetapi menjadi awal perjalanan menuju profesi guru yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sebanyak 280 mahasiswa resmi mengikuti Program PPG Calon Guru Tahun 2026 di Undiksha. Mereka berasal dari berbagai bidang studi, seperti Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Informatika, Pendidikan Guru PAUD, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), hingga Pendidikan Pancasila.
Meski datang dari latar belakang keilmuan yang berbeda, seluruh peserta memiliki tujuan yang sama, yakni menjadi guru profesional yang mampu menjawab tantangan pendidikan di era modern.
Kepercayaan pemerintah pusat kepada Undiksha untuk kembali menyelenggarakan Program PPG Calon Guru menjadi bukti kualitas dan konsistensi kampus ini dalam mencetak tenaga pendidik profesional. Tahun 2026 juga menjadi momentum penting dalam penataan profesi guru nasional.
Seiring berakhirnya Program PPG Dalam Jabatan pada tahun 2025, serta kebijakan mengenai penghapusan guru honorer dan kewajiban sertifikat pendidik bagi guru PPPK, Program Pendidikan Profesi Guru kini menjadi jalur utama untuk memasuki profesi guru di Indonesia.
Orientasi akademik yang dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, menjadi tahap awal bagi mahasiswa untuk memahami sistem pembelajaran, tantangan profesi guru, hingga kesiapan mental dan komitmen moral sebagai seorang pendidik.
Koordinator PPG Undiksha, Drs. I Gede Nurjaya, menegaskan bahwa mulai tahun ini calon guru harus dipersiapkan melalui jalur pendidikan profesi yang terstandar dan berkualitas.
Menurutnya, seluruh guru diwajibkan memiliki sertifikat pendidik sehingga Pendidikan Profesi Guru bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan utama bagi calon pendidik di Indonesia.
Program PPG Calon Guru di Undiksha tidak hanya berfokus pada penguatan kompetensi pedagogik dan penguasaan materi pembelajaran. Lebih dari itu, mahasiswa juga dibentuk menjadi pendidik yang memiliki kemampuan berpikir kritis, solutif, dan mampu menghadapi berbagai persoalan nyata di lingkungan sekolah.
Melalui berbagai aktivitas pembelajaran dan proyek kepemimpinan, mahasiswa didorong untuk memiliki kepedulian sosial, kemampuan berkolaborasi, serta kesiapan menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan dan masyarakat.
Di balik proses pendidikan yang penuh tantangan, tersimpan harapan besar akan lahirnya generasi guru baru yang tidak hanya siap mengajar, tetapi juga mampu mendidik dengan hati, integritas, dan semangat pengabdian.
Dari Singaraja, Undiksha kembali menjadi titik awal bagi ratusan anak muda yang memilih jalan pengabdian sebagai guru demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas.





