Singaraja– Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menyelenggarakan Orientasi Akademik Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang I Tahun 2024 pada 17 Januari. Kegiatan ini sebagai langkah awal pengenalan lingkungan kampus dan sistem perkuliahan bagi mahasiswa baru PPG Prajabatan. Sebanyak 135 mahasiswa resmi mengikuti kegiatan ini dan secara legal formal menjadi bagian dari keluarga besar Undiksha.
Koordinator PPG Undiksha, Drs. I Gede Nurjaya, M.Pd menyampaikan bahwa PPG Prajabatan Gelombang I Tahun 2024 merupakan hasil seleksi terakhir tahun 2023. Sebanyak 135 mahasiswa yang diterima berasal dari sembilan provinsi, yakni Bali, DKI Jakarta, Lampung, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.
Para mahasiswa tersebut berasal dari enam bidang studi, yaitu PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Informatika, Penjaskes, dan Bimbingan Konseling, yang terbagi ke dalam lima rombongan belajar (rombel) dan melaksanakan perkuliahan di fakultas masing-masing.
Perkuliahan akan berlangsung selama dua semester dengan beban studi 38 SKS. Pembelajaran tetap menggunakan alur Merdeka Belajar dan dirancang tidak hanya untuk mempersiapkan calon guru yang siap mengajar di perkotaan, tetapi juga di daerah pedalaman yang memiliki keterbatasan akses teknologi. Mata kuliah pilihan pun disesuaikan untuk membekali mahasiswa agar adaptif terhadap berbagai kondisi lapangan.
“PPG Prajabatan tetap konsisten menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap berlaga di kota, tetapi juga mampu mengabdi di daerah pedalaman,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa 135 mahasiswa yang mengikuti orientasi tersebut telah resmi menjadi mahasiswa Undiksha.
“Secara legal formal, Saudara adalah keluarga Undiksha. Artinya, regulasi, moralitas akademik, dan sosial harus tunduk dan patuh pada aturan yang diterapkan Undiksha, termasuk Salam Harmoni yang bermakna keseimbangan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kemampuan beradaptasi dan memahami lingkungan sebagai bagian dari proses menjadi pendidik profesional. Menurutnya, jati diri seseorang dapat tercermin dari hal-hal kecil yang dilakukan dalam keseharian.
Melalui Orientasi Akademik ini, Undiksha kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak guru profesional, adaptif, dan berdaya saing, yang siap berkontribusi bagi pendidikan Indonesia di berbagai daerah. (hms)




